Sabtu, 12 Desember 2015

Adab & Niat Menghadiri Maulid

Tidak ada komentar:



☝🏻Adab - Adab menghadiri maulid :
• Datangnya tepat waktu
• Duduknya jangan bersandar, kecuali org tua
• Membawa buku + Menyimak
• Khusuk & tidak berbicara


💖Niat - niat hadir Maulid:
• Niat menambah cinta kpd ALLAH& RosuluLLAH
• Niat membahagiakan hati RosuluLLAH
• Niat ittiba' (mengikuti) RosuluLLAH SAW
• Niat menambah Taqwa kpd ALLAH
• Niat memperbaiki akhlak
• Niat menambah Hidayah & Taufik
• Niat menambah cahaya keimanan
• Niat menghapus dosa
• Niat menghilangkan penyakit
• Niat membersihkan Hati kita
• Niat melapangkan Hati yg gersang

Yg terakhir ,,
Nawaitu kamanawa asslafunasholihin,, nawaitu kamanawa habib Ali alHabsyi shohibul Maulid.

(dr majlis ta'lim usth. khadijah- assegaf).

Menyambut Maulid

Tidak ada komentar:



🍃Menyambut Maulid🍃
مَوائدِ الخَر مَبْسوطة لِمَن با  يَرِد  في شَهرِ فيه النَّبي المُختار طه وُلِد 💐
Hidangan kebaikan dihamparkan(disuguhkan) bagi yg mendatanginya
Di bulan  Annaby Almukhtar Toha saw dilahirkan 🌺
ذا مَورِدِ السِّر يا بَخْت الذي با يَرِد
ذا جَمعْ ما فيه يَخْضُر غَيْر مَن قَد سَعِد 🌷
Ini adalah tempat sirr (rahasia pemberian Allah) sungguh beruntung yg mendatanginya
Ini adalah suatu perkumpulan, tidaklah hadir didalamnya kecuali orang2 yg beruntung 🌿
مَجْمَع يَقَع في الطَّويلَة بِه مُحمّد يُمِد
يَبْسُط مَوائِدُه في الزُوّارْ لي تُفِد🌹
Perkumpulan yg disitu (Sayyidina) Muhammad memberikan di atas meja
Hidangan2 (kebaikan), menyuguhkannya untuk para pengunjung (yg hadir) mau mengambilnya 🌴

🌿Menyambut maulid🍃
قال الله تعالى : قُل بِفَضْلِ اللّهِ و بِرَحْمَتِهِ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا  هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُون
Artinya: katakan (wahai Muhammad), dengan karunia dan rahmat Allah, dgn itu hendaknya mereka berbahagia, karena itu lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan.
🍀 Rasulullah adalah rahmat bagi kita semua 🌺
صلى الله عليه و آله وصحبه و سلّم 🌴
 🌱 Hb.Ali habsyi berkata: Demi Allah, andaikan kita menghabiskan waktu dlm bulan rabi'awwal untuk khidmah kpd AlhabibilA'dzom, belum mencapai sepersepuluh hak Beliau yg wajib kita tunaikan.
🌸semoga Allah mendekatkan kita kpd beliau, memasukkan kita pd kelompok beliau dan memuliakan kita utk mendapat syafa'at beliau SAW.. Aamiiin 🌼

Sumber : Nusantara Cinta Rosul Community

Minggu, 06 Desember 2015

HINDARI PERDEBATAN MENGENAI MAULID NABI

Tidak ada komentar:

Melakukan segala perbuatan diharuskan mengetahui dua syarat besar:
1. Mengetahui hukumnya
2. Mengetahui caranya
Contohnya dalam maulid Nabi Saw. Hukum maulid adalah perkara yang mubah namun banyak mengandung didalamnya pahala dan manfaat. Cara maulid adalah tidak ada campur laki-laki dan perempuan, tidak membicarakan aib orang lain dalam ceramah, memiliki maksud yang tinggi untuk lebih mengenal sosok yang mulia Baginda besar Nabi Muhammad Saw, dll.

Dalil Maulid

Ada yang tidak mau hadir maulid dan ada juga yang mau, maka jangan saling menyalahkan karena hukumnya mubah. Saat ini yang menjadi polemik adalah saling menyalahkan sesama muslimin dalam hal yang bukan wajib diyaqini secara darurat dalam agama seperti rukun islam dan iman.
Ada yang menyalahkan dengan alasan tidak ada dalilnya. Jika diberi dalil seperti wa man yu'addzhim sya'airallahi fa innaha min taqwalqulub (dan siapa yang mengagungkan sya'air atau hal-hal yang diagungkan oleh Allah berarti hal itu dari ketaqwaan pada hati). Katakan hal apa yang lebih diagungkan oleh Allah Swt melebihi Rasulullah? Allah telah telah menyandingkan nama-Nya dengan nama Nabi Muhammad dalam syahadatain, ini menunjukkan ketinggian derajatnya Saw,  dan dalil qul bifadhlillahi wa birohmatihi fabidzalika fal yafrohu huwa khoirun mimma yajma'un (katakanlah dengan anugrah dan rahmat-Nya maka hendaklah mereka bergembira dan itu sebaik-baiknya perkumpulan mereka) dan rahmat Allah adalah Nabi Muhammad Saw sebagaimana yang dikatakan Ibnu 'Abbas r.a dengan berdalil wa ma arsalnaka illa rohmatan lil'alamin (dan tidaklah kami mengutusmu melainkan rahmat untuk semesta alam) dan lain-lain. Mereka mengelak dengan kata-kata Nabi tidak melakukannya. Ketika disampaikan hadits bahwa Nabi Saw memperingati hari lahirnya setiap senin seperti hadits shahih yang diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Sayyidina Abu Hurairah r.a mengenai puasa di hari senin Nabi Saw bersabda karena dihari itu aku dilahirkan, mereka mengelak dengan kata-kata, "Tapi Nabi tidak merayakannya dengan cara kalian". Maka jawaban ini menunjukan, pada intinya bahwa mereka sudah menerima boleh mengagungkan Nabi Saw dan merayakan maulid namun belum bisa menerima cara pelaksanaannya saja. Kita katakan bahwa apa yang kita lakukan dalam maulid tidak bertentangan dengan syari'at, dalam maulid kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya Swt, mengucap dua kalimat syahadat, bershalawat, memuji Nabi Saw, berdoa, saling menasehati dan memberi makan kepada muslimin, semua itu adalah bagian dan anjuran syari'at yang suci.

Saudaraku, tidak semua orang bisa berdalil. Berdalil tidak cukup dengan satu ayat atau hadits yang kita ketahui, karena dalam 'ulumulqur-an atau ushululfigh ada ayat dan hadits yang dihapus, baik hukumnya atau ayatnya, dan juga ada yang menghapus ayatnya atau hukumnya. Jika kita berpatokan dengan satu dalil secara tidak sadar karena kekurangan ilmu kita, kita telah mengingkari ayat atau hadits yang lainnya, dan ketahuilah dalam masalah furu'iyyat tdk harus menggunakan dalil qoth'i, tapi boleh menggunakan dalil secara tafshil dengan ilmunya, dan tidak semua hal harus memiliki dalil qoth'i bahkan dalam hal yang sangat penting. Seperti jumlah rakaat shalat-shalat fardhu, kita tidak akan menemukan dalil secara qoth'i melainkan tafshil dari para sahabat yang terus turun kepada tabi'in dan seterusnya.

Pelihara Ukuwah Islamiyyah

Inti dari semua ini adalah mari pentingkan ukhuwwah islamiyyah tanpa menghujat satu dengan yang lainnya, karena Allah menyuruh kita memperbaiki persaudaraan kita bukan merusaknya. Allah berfirman: innamalmuminuna ikhwatun fa ashlihu baina akhwaikum (sesungguhnya orang-orang yang beriman bersaudara maka perbaikilah antara persaudaraan kalian). Nabi Saw bersabda: Almuslimu akhulmuslim (seorang muslim bersaudara dengan muslim). Jangan tinggalkan pesan dari Allah dan Rasul-Nya karena pendapat masing-masing. Bersatulah karena Allah dan jangan berpisah karena nafsu, sebab kita adalah hamba Allah Swt, bukan hamba nafsu.

Nasehatku untuk para pecinta maulid Nabi Muhammad Saw, tahan lidah kalian untuk berdebat, mencaci apalagi mengkafirkan seorang muslim yang mengucap 2 kalimat syahadat dan melaksanakan rukun-rukun islam dan meyakini rukun iman. Biarkan orang menuduhmu, biarkan orang mencacimu, dan doakan mereka dengan kebaikan. Inilah jalan yang ditempuh Nabi Muhammad Saw. Jika beliau diganggu, beliau memaafkan, tidak menghukum orang yang menggagunya, dan jika diejek beliau diam dan tidak menjawab.

Shollu 'alannabi (bersholawatlah kepada Nabi Muhammad Saw)
اللهم صل و سلم و بارك عليه و على آله و أصحابه و أزواجه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Kamis, 03 Desember 2015

Bau Aroma seorang ahlul bait

Tidak ada komentar:


Di kepulawan tanah jawa Ada seorang kiai Yang bernama kiai hasan genggong,beliau adalah seorang sholihin,beliau pendiri pesantren genggong daerah karaksan probolinggo...

Kiai hasan jika mau kedatangan tamu ahlul bait (keturunan rasulullah) beliau langsung keluar sambil berlari Dan berkata Ada roohatul mustofa/wangi nabi Muhammad padahal cucu rasul tadi masih belum sampai di tempat kiai hasan.

Di antara karamatnya pernah suatu hari kedatangan seorang tamu,tamu tersebut dia menyewa sebuah Mobil Dan supirnya seorang habib,cuma si tukang sewa dia tidak tau kalau supir itu seorang habib.

Kiai hasan berkata kepada anak"nya ayoo rapikan kamar kita mau kedatangan habib.

Setelah orang itu datang ke rumah kiai hasan,kiai hasan menanyakan mana sopirmu ?
Orang itu menjawab sopir saya tidur kiai,di mana tidur nya? Di Mobil kiai,saya mau dekati  sopir itu boleh kiai minta izin.

Kiai hasan dekati Mobil sambil berkata habib bangun bib..sopir itu kaget karna tidak Ada Yang memanggil nya habib...
Kiai hasan di Tanya bagaimana kiai bisa tau kalo  sopir itu habib?

Saya tau karna bau keringatnya bau keringat kanjeng nabi ucap kiai hasan...

Itulah hebatnya Ulama2 terdahulu sejauh itu pandangannya kepada keturunan nabi saw...
Subhaanallaaah.....
Romo Kyai Hasan Genggong Sering bertemu dgn Alhabib Ali Bin Muhamad Alhabsyi Yaqodho' setiap Haul Solo pasti Dibacakan manaqib ini, diantaranya Alhabib Abdulkadir Bin Qithban pernah Ziarah ke Hadramud tepatnya Di Seiwoun, Alhabib Ali menanyakan Halnya Kyai Hasan, dan titip salam buat Beliu klo jumpa lagi

Selasa, 01 Desember 2015

Dzikir Akbar Palembang Darussalam

Tidak ada komentar:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadirilah.....
beramaikan dzikir Akbar Palembang Darussalam dlm rangkat menyambut kedatangan bulan Maulid NABI MUHAMMAD SAW
bersama: Habaib,Ulama,Kyai,Asatidzah,seluruh majlis ta'lim,Tni dan polri,santri dan seluruh masyarakat palembang,berdzikir dan berdoa
akan di laksanakan pada:
Hari : Sabtu mlm minggu
Tgl : 05 desember 2015
Pkl : 19.30 s/d sls
Tempat : Benteng Kuto besar (BKB)
semoga syafaat Baginda ROSULULLAH tercucur kepada kita,amin yarobbal alamin
khusus untuk laki2 bae acarah ini
tolong di sampaikan ke orang lain.....

Sabtu, 28 November 2015

+=+KERINGATMU DIPERHITUNGKAN +=+ (Kisah Menyentuh Habib Hasan Asy-Syathiri, Ulama Besar Yaman)

Tidak ada komentar:


Suatu ketika tatkala al-Habib Hasan bin Abdullah bin
Umar asy-Syathiri, ulama besar asal Yaman, diminta
untuk mengajar di Masjidil Haram oleh Raja Faisal.

Habib Hasan punya banyak murid di Mekkah, maka
datanglah beliau namun tidak langsung mengajar.

Beliau berkata: “Sebelum mengajar, aku ingin
berdagang. Tapi aku tidak punya uang.”

 Maka
berebutanlah para muridnya datang membawa uang
untuk diberikan kepada sang guru secara ikhlas (cuma-
cuma). Namun Habib Hasan malah menolaknya,
dengan halus beliau berkata: “Aku tidak meminta,
tetapi aku ingin berhutang.” Maka para murid nya pun
memberikan uang itu kepada sang guru sebagai
hutangan, demi mengharap keberkahan darinya.

Esoknya datang para pembesar Mekkah menjemput
beliau. Lalu mereka berkata: “Wahai Habib, jika engkau
ingin berdagang maka Raja pun bisa memberimu
Pasar!”

Tak dinyana, Habib Hasan asy-Syathiri malah
menjawab: “Ketahuilah bahwa banyak dosa yang rontok
karena keringat yang menetes ketika seseorang
bekerja.”
سبحان الله......
🌄Sejenak menyambut siang 🌄

Sejenak Pagi : Filosofi Pohon Bambu

Tidak ada komentar:


Kita pasti tahu pohon bambu.. Pohon ini begitu indah sekaligus kuat ....dan sering dijadikan sbg penghias di kebun yg mewah, atau akarnya bisa menjadi menu makanan favorit, batangnya bisa sbg bahan kerajinan dan atau bahan bangunan, bahkan daunnya bisa dijadikan ramuan obat2an. Jika anda termasuk orang yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah menjadi korban anda.

Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama !!! Walaupun setiap hari disiram dan diberikan pupuk., Tumbuh pun hanya beberapa puluh cm saja. Namun setelah 5 th, maka pertumbuhan pohon bambu tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu dahsyat dan ukurannya bukan lagi cm melainkan meter. Dan itu hanya terjadi dalam hitungan minggu !!!

Sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu?

Ternyata, selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar, dan bukan pada batang. Pohon bambu sedang menyiapkan pondasi yang sangat kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter !!.

Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang !!

Moral of The story

Sdr & sahabatku,
Jika kita sedang atau sudah mengalami suatu kegagalan dan merasa jauh sekali dari hasil yg kita harapkan, sebenarnya bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan.
Justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri. Mental kita sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan kita.

Ketika kita lelah dan hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Tetaplah semangat dan belajarlah dari Pohon Bambu.
Jika kita cepat putus asa maka akan sia-sia saja usaha kita selama ini. Shg kita tidak akan bisa memetik hasilnya.

Sdr & sahabatku,
Kita sebagai manusia yang mempunyai akal budi dan perasaan kita harus belajar dari pohon bambu yg semua bagiannya bermanfaat. Seharusnya setiap perkataan dan setiap perbuatan yang kita lakukan selalu mempunyai manfaat bagi sesama

Buya Hamka berkata :
“Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”

Sdr & sahabatku,
Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, dia akan merunduk.
Setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali.
Seperti perjalanan hidup seorang manusia, pastilah tidak lepas dari cobaan dan rintangan.

TETAP SEMANGAT.
Bersama Alloh bisa & pasti ada Solusinya.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Semoga Bermanfaat.
😊❤👍

Sabtu, 31 Oktober 2015

Majelis Dzikir & Ta'lim Wirdul Lathief

Tidak ada komentar:

Hadirilah...!!
Majelis Dzikir & Ta'lim Wirdul Lathief

Setiap ahad pagi, Jam 06.00 s/d selesai, bertempat di masjid al-Falah Jl.Rajawali di samping Kampus Palcomtech
Acara : Pembacaan dzikir Wirdul Lathief bersama dilanjutkan dengan Pembacaan Maulid Dhiyaaul Laami' Kemudian Tausiah yang akan di sampaiakan oleh guru kita :
- Ustadz Muhammad Zaki Mubarrok Mas'id
- Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab

Pembina : Ustadz Muhammad Zaki Mubarrok



Selasa, 27 Oktober 2015

KELEMBUTAN & KEMUDAHAN BAGIAN DARI SPIRIT ISLAM

Tidak ada komentar:



(M.A.V~313)

Disebutkan dalam hadits muttafaq 'alaih, dari Aisyah ra., dari Nabi saw, “Sesungguhnya Allah Maha Lembut, menyukai kelembutan dalam segala persoalan.”

Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa terhalang dari kelembutan, ia terhalang dari (seluruh kebaikan)’.”

Kelembutan yang tertera dalam dua hadits ini bersifat umum dan menyeluruh, mencakup kelembutan dalam bertutur kata, bertindak, memahami sesuatu, memahamkan orang lain, dan lainnya. Inilah yang dimaksud sabda Nabi saw, “Aku diutus dengan (membawa) agama murah hati dan lurus,” atau seperti yang beliau sabdakan.

Seperti itu juga hadits Al-Bukhari dari Abu Hurairah ra., ia berkata, “Seorang badui kencing di masjid, lalu orang-orang menghampirinya untuk memukulnya. Nabi saw kemudian berkata, ‘Biarkan dia! Tuangkan satu ember atau satu gayung air di atas kencingnya, karena kalian diutus untuk mempermudah, dan kalian tidak diutus untuk mempersulit’.”

Karena itulah disebutkan dalam hadits muttafaq 'alaih, dari Aisyah ra., “Tidaklah Rasulullah saw diberi pilihan antara dua persoalan melainkan beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya selama bukan dosa.”

Berangkat dari hadits ini, rahasia anjuran yang tertera dalam riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud dari Nabi saw berikut dapat dipahami; beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian siapa yang neraka diharamkan baginya?! (Neraka) diharamkan bagi setiap orang yang dekat, lemah lembut, dan ramah’.”

REALITI PENUNTUT ILMU AKHIR ZAMAN (Akan tetapi bukan kesemuanya)

Tidak ada komentar:

Kisah dari seorang sahabat di Universiti Madinah. Aku yang Universiti di Jordan ini pun terasa panas dan pedasnya. Jazakallah Syeikh. T.T
-----------------
"Semua tutup buku dan simpan dalam beg. Saya cuma mahu sebatang pen dan meja yang kosong!"
Pelajar-pelajar terpinga.
"Hari ini kita ada ujian."
"Syeikh! Kami tak tahu pun hari ini ada ujian."
Beberapa pelajar mengangkat suara.
"Hatta saya juga tidak tahu hari ini ada ujian."
Balas Syeikh selamba dan yakin.
Kertas diedarkan kepada setiap pelajar.
"Dengar, tulis, dan jawab semua soalan."
Kami diam dan menumpukan perhatian.
"Lagi 20 minit saya akan kutip kertas. Siap atau tidak bukan masalah saya."
MasyaAllah. Kami belum ulangkaji. Yang belajar dalam kelas belum faham sepenuhnya.
Apa lagi yang melekat di kepala. Teramat sikit.
Kebanyakan pelajar hanya diam dan menoleh kiri kanan. Memang tidak boleh jawab!
Kekeliruan dengan apa yang sedang berlaku membuatkan beberapa pelajar menzahirkan protes.
"Mengapa tidak beritahu dahulu nak buat ujian".
"Mana kami ingat apa yang Syeikh ajar".
Tidak kurang pelajar yang risau markah mereka akan hilang begitu sahaja.
"Berapa markah ujian ini Syeikh?"
Soalan berulang-ulang walaupun Syeikh sudah nyatakan bahawa dia tidak akan jawab.
Kertas dikutip. Kami pasrah. Mahu dikorek dalam otak sudah tidak jumpa.
Selesai kertas dikutip, Syeikh ingin melangkah keluar. Pelajar-pelajar masih tidak berpuas hati. Ditanya lagi Syeikh itu dan ini.
Wajah Syeikh berubah.
"Inilah kamu! Inilah Penuntut Ilmu!"
Satu kelas tersentak dan diam.
"Dimana hafazan kamu? Dimana ulangkaji kamu? Apa selama ini ilmu hanya bercampakkan di udara tanpa mengisi minda kamu? Apa kamu mahu esok ujian baru malamnya kamu ingin membaca?".
"Kamu bertanya berapa markah? Berapa markah? Sampai bila ilmu yang kalian belajar ini bermatlamatkan markah? Sampai bila? Hanya untuk ujian. Tidak kamu hafal, simpan dan terjemahkan dalam kehidupan? Bukankah itu tujuan kamu ke sini?"
"Sungguh zaman telah berbeza. Hari ini semua terlalu mudah. Semua dalam internet. Sofware-sofware kitab yang berlambak. Menyebabkan kamu tidak berminat untuk bersungguh-sungguh menjaganya."
"Kamu akan balik ke negara kamu dan jadi ulama'. Apakah kamu mahu ilmu kamu hanya pada internet dan sofware?
Terputus bekalan elektrik, maka terputuslah segala ilmu kamu. Begitu?"
Subhanallah. Terputus segala kata. Bagaikan batu besar menghempap kepala. Pengajaran penuh makna.
Ilmu bukan hanya di terjemahkan di atas kertas peperiksaan sahaja tetapi ianya perlu di terjemahkan serta di adaptasikan kepada masyarakat.

Senin, 26 Oktober 2015

Tidak ada komentar:

🔸(Dikisahkan dan dipetik dari syarahan yang disampaikan oleh Sayyidil Habib Umar bin Hafidz, Mudir Darul Mustafa Hadhramaut Yaman)🔸

Dikisahkan pada suatu hari ada seorang lelaki yang bekerja di sebuah hotel yang biasa menyajikan arak dan menjual barang-barang syubhat bertemu dengan Syaikh Mutawali asy-Sya’rawi rahimahullah.
Kemudian Syaikh asy-Sya’rawi menyuruh lelaki tadi untuk berhenti bekerja di hotel tersebut. Akan tetapi lelaki ini beralasan bahwa dia terpaksa bekerja di hotel itu kerna ingin menyara ahli keluarganya dan untuk membayar hutangnya.

Syaikh asy-Sya’rawi kemudian berkata, “Wahai anakku, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا – الطلاق:٢

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah akan menunjukan kepadanya jalan keluar dari kesusahan (Qur’an Surah Ath-Thalaq:2)”. Lalu Syaikh bertanya kepada lelaki itu, “Adakah Allah menyebut taqwa dahulu atau jalan keluar dahulu?”. “Allah menyebut taqwa dahulu,” jawab si lelaki itu.

Syaikh pun berkata, “Jadi kenapa kamu mahu mencari jalan keluar dahulu sebelum taqwa? Kenapa duduk di tempat mungkar ini untuk mencari jalan keluar dahulu, kemudian baru bertaqwa? Kamu semestinya bertaqwa dahulu dan kemudian pasti Allah akan menunjukan kamu jalan keluar”. Setelah mendengarkan nasihat Syaikh asy-Sya’rawi maka lelaki ini pun setuju. Dia meninggalkan pekerjaannya dengan gajinya yang tinggi di hotel tersebut

Tak lama kemudian, ada seseorang datang bertemu dengan lelaki ini dan menawarkannya sebuah pekerjaan sebagai pengurus di hotel yang berada di Madinah Al Munawwarah berdekatan dengan makam Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ. Pekerjaan barunya ini ternyata lebih baik dan hutang-hutangnya pun selesai dilunaskan disebabkan dia mahu mendengarkan nasihat Syaikh asy-Sya’rawi dulu, . “Yang mana lebih dahulu, taqwa atau jalan keluar?”. Utamakan taqwa dahulu dan Allah akan memberi jalan keluar. Apakah kamu hendak mencari jalan keluar sedang kamu dalam keadaan ingkar kepada Allah?

Sabtu, 24 Oktober 2015

Rabu, 07 Oktober 2015

The day of Rasulullah

Tidak ada komentar:



Suatu hari seorang pemuda menemui Rasulullah Saw dgn wajah gelisah dan begitu risau. Pemuda itu bertanya kpd Rasulullah :
'Ya Rasulullah, betulkah segala perbuatan kita yg baik maupun buruk akan dibalas oleh Allah Swt..?'

Rasulullah tersenyum teduh & menjawab :
“Tentu saja, janji Allah itu pasti. Tiada yg lebih pasti daripada janjiNya.”

“Barangsiapa mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan mendapat balasannya & barangsiapa yg mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” [QS. Al Zalzalah:7-8]

Melihat wajah pemuda yang semakin risau itu, Rasul pun bertanya:
“Wahai pemuda, apakah gerangan yang membuatmu begitu risau? Dan mengapa kamu bertanya demikian?”

Pemuda itu pun menjawab dgn suara pelan :
'Wahai Rasulullah, aku merisaukan perbuatan2 dosaku, yg aku pun tak sanggup menghitungnya. Sungguh berbuat dosa itu bisa sangat tak terasa. Aku khawatir akan balasannya di dunia maupun di akhirat kelak'.

Rasulullah kembali menatap pemuda tersebut dgn pandangan yg teduh & senyum yg menentramkan hati, kemudian balik bertanya :
“Wahai pemuda, apakah kamu pernah sakit? Pernah dikhianati? Pernah tak enak hati? Pernah gundah tanpa sebab yg pasti? Pernah mendapat masalah yg besar?”

Mendengar rangkaian pertanyaan itu, pemuda tersebut mengangguk, 'Tentu saja pernah ya Rasulullah..'

Rasulullah semakin melembutkan suaranya :
“Sesungguhnya sakitmu, perasaan tak enak hatimu, kegundahan tanpa sebabmu, juga masalah2 besarmu itu, Allah hadirkan ke dalam kehidupanmu untuk menggugurkan setiap dosa yg kau khawatirkan.”

Mendengar kata2 Rasulullah itu, pemuda tersebut berurai air mata karena sangat bersyukur..

Bersyukur karena baru menyadari bahwa segala hal yg dianggapnya musibah dlm hidup, ternyata adalah karunia yg dihadirkan untuk menggugurkan dosa2nya...

Selasa, 06 Oktober 2015

Kisah Tentang Kemuliaan & Keindahan Akhlak Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz

Tidak ada komentar:



Suatu ketika jama’ah haji Darul Musthofa mengadakan pertemuan khusus bersama Sayyid Salim bin Umar bin Hafidz (putra Guru Mulia Habib Umar), dalam kesempatan tersebut Sayyid Salim bercerita :

“Waktu itu.. ada seseorang yang mengakui tanah milik Sayyidil Walid (Habib Umar bin Hafidz), ia mengatakan tanah itu adalah miliknya, keesokannya, aku datangi orang itu, aku jelaskan kalau tanah ini milik Habib Umar dan surat surat resminya ada ditangan beliau”.

Sayyid Salim memberikan bukti kuat, namun orang tersebut tidak bergeming, dia tetap ngotot tanah tersebut miliknya. Akhirnya dengan terpaksa Sayyid Salim mengadukan hal tersebut kepada Sang ayah Habib Umar bin Hafidz atas permasalahan yang sedang dihadapinya.

”Abah.. si fulan mengakui tanah kita yang berada di daerah sana..”, beliau malah tersenyum lalu berkata :

“Kalau begitu kita ikhlas kan saja tanah itu untuk dia”, Sayyid Salim terheran-heran dan mencoba untuk memastikan

”Tapi bukankah surat-surat resmi tanah itu ada di tangan kita ?”

beliau menjawab :

”Salim.. kita tidak akan berseteru dengan saudara muslim, hanya karena urusan duniawi.  Kita tidak akan pernah memperebutkan dunia dengan siapapun,  seandainya dia juga mengakui rumah kita ini.. Kita akan ikhlaskan rumah ini untuknya, kita masih memiliki mobil, kita bisa tidur disana”

Demikianlah kedudukan dunia dihadapan seorang waliyullah.  Sangat selaras dengan ajaran leluhurnya Al Musthofa SAW

“Seandainya dunia disisi Allah, seekor sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan mengizinkan orang kafir meminum setetes air pun dari dunia ini” (Sayyiduna Rasulullah saw)

Kini kota Jakarta sedang bersiap menyambut kedatangan tamu mulia, pewaris Nabi Muhammad SAW, Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz. Siapkan diri kita semua, ajak sanak saudara dan handai taulan meramaikan perkumpulan mulia tanggal 8-9 November 2015.
 
back to top