Sabtu, 31 Oktober 2015

Majelis Dzikir & Ta'lim Wirdul Lathief

Tidak ada komentar:

Hadirilah...!!
Majelis Dzikir & Ta'lim Wirdul Lathief

Setiap ahad pagi, Jam 06.00 s/d selesai, bertempat di masjid al-Falah Jl.Rajawali di samping Kampus Palcomtech
Acara : Pembacaan dzikir Wirdul Lathief bersama dilanjutkan dengan Pembacaan Maulid Dhiyaaul Laami' Kemudian Tausiah yang akan di sampaiakan oleh guru kita :
- Ustadz Muhammad Zaki Mubarrok Mas'id
- Habib Muhammad bin Alwi bin Shahab

Pembina : Ustadz Muhammad Zaki Mubarrok



Selasa, 27 Oktober 2015

KELEMBUTAN & KEMUDAHAN BAGIAN DARI SPIRIT ISLAM

Tidak ada komentar:



(M.A.V~313)

Disebutkan dalam hadits muttafaq 'alaih, dari Aisyah ra., dari Nabi saw, “Sesungguhnya Allah Maha Lembut, menyukai kelembutan dalam segala persoalan.”

Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa terhalang dari kelembutan, ia terhalang dari (seluruh kebaikan)’.”

Kelembutan yang tertera dalam dua hadits ini bersifat umum dan menyeluruh, mencakup kelembutan dalam bertutur kata, bertindak, memahami sesuatu, memahamkan orang lain, dan lainnya. Inilah yang dimaksud sabda Nabi saw, “Aku diutus dengan (membawa) agama murah hati dan lurus,” atau seperti yang beliau sabdakan.

Seperti itu juga hadits Al-Bukhari dari Abu Hurairah ra., ia berkata, “Seorang badui kencing di masjid, lalu orang-orang menghampirinya untuk memukulnya. Nabi saw kemudian berkata, ‘Biarkan dia! Tuangkan satu ember atau satu gayung air di atas kencingnya, karena kalian diutus untuk mempermudah, dan kalian tidak diutus untuk mempersulit’.”

Karena itulah disebutkan dalam hadits muttafaq 'alaih, dari Aisyah ra., “Tidaklah Rasulullah saw diberi pilihan antara dua persoalan melainkan beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya selama bukan dosa.”

Berangkat dari hadits ini, rahasia anjuran yang tertera dalam riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud dari Nabi saw berikut dapat dipahami; beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian siapa yang neraka diharamkan baginya?! (Neraka) diharamkan bagi setiap orang yang dekat, lemah lembut, dan ramah’.”

REALITI PENUNTUT ILMU AKHIR ZAMAN (Akan tetapi bukan kesemuanya)

Tidak ada komentar:

Kisah dari seorang sahabat di Universiti Madinah. Aku yang Universiti di Jordan ini pun terasa panas dan pedasnya. Jazakallah Syeikh. T.T
-----------------
"Semua tutup buku dan simpan dalam beg. Saya cuma mahu sebatang pen dan meja yang kosong!"
Pelajar-pelajar terpinga.
"Hari ini kita ada ujian."
"Syeikh! Kami tak tahu pun hari ini ada ujian."
Beberapa pelajar mengangkat suara.
"Hatta saya juga tidak tahu hari ini ada ujian."
Balas Syeikh selamba dan yakin.
Kertas diedarkan kepada setiap pelajar.
"Dengar, tulis, dan jawab semua soalan."
Kami diam dan menumpukan perhatian.
"Lagi 20 minit saya akan kutip kertas. Siap atau tidak bukan masalah saya."
MasyaAllah. Kami belum ulangkaji. Yang belajar dalam kelas belum faham sepenuhnya.
Apa lagi yang melekat di kepala. Teramat sikit.
Kebanyakan pelajar hanya diam dan menoleh kiri kanan. Memang tidak boleh jawab!
Kekeliruan dengan apa yang sedang berlaku membuatkan beberapa pelajar menzahirkan protes.
"Mengapa tidak beritahu dahulu nak buat ujian".
"Mana kami ingat apa yang Syeikh ajar".
Tidak kurang pelajar yang risau markah mereka akan hilang begitu sahaja.
"Berapa markah ujian ini Syeikh?"
Soalan berulang-ulang walaupun Syeikh sudah nyatakan bahawa dia tidak akan jawab.
Kertas dikutip. Kami pasrah. Mahu dikorek dalam otak sudah tidak jumpa.
Selesai kertas dikutip, Syeikh ingin melangkah keluar. Pelajar-pelajar masih tidak berpuas hati. Ditanya lagi Syeikh itu dan ini.
Wajah Syeikh berubah.
"Inilah kamu! Inilah Penuntut Ilmu!"
Satu kelas tersentak dan diam.
"Dimana hafazan kamu? Dimana ulangkaji kamu? Apa selama ini ilmu hanya bercampakkan di udara tanpa mengisi minda kamu? Apa kamu mahu esok ujian baru malamnya kamu ingin membaca?".
"Kamu bertanya berapa markah? Berapa markah? Sampai bila ilmu yang kalian belajar ini bermatlamatkan markah? Sampai bila? Hanya untuk ujian. Tidak kamu hafal, simpan dan terjemahkan dalam kehidupan? Bukankah itu tujuan kamu ke sini?"
"Sungguh zaman telah berbeza. Hari ini semua terlalu mudah. Semua dalam internet. Sofware-sofware kitab yang berlambak. Menyebabkan kamu tidak berminat untuk bersungguh-sungguh menjaganya."
"Kamu akan balik ke negara kamu dan jadi ulama'. Apakah kamu mahu ilmu kamu hanya pada internet dan sofware?
Terputus bekalan elektrik, maka terputuslah segala ilmu kamu. Begitu?"
Subhanallah. Terputus segala kata. Bagaikan batu besar menghempap kepala. Pengajaran penuh makna.
Ilmu bukan hanya di terjemahkan di atas kertas peperiksaan sahaja tetapi ianya perlu di terjemahkan serta di adaptasikan kepada masyarakat.

Senin, 26 Oktober 2015

Tidak ada komentar:

🔸(Dikisahkan dan dipetik dari syarahan yang disampaikan oleh Sayyidil Habib Umar bin Hafidz, Mudir Darul Mustafa Hadhramaut Yaman)🔸

Dikisahkan pada suatu hari ada seorang lelaki yang bekerja di sebuah hotel yang biasa menyajikan arak dan menjual barang-barang syubhat bertemu dengan Syaikh Mutawali asy-Sya’rawi rahimahullah.
Kemudian Syaikh asy-Sya’rawi menyuruh lelaki tadi untuk berhenti bekerja di hotel tersebut. Akan tetapi lelaki ini beralasan bahwa dia terpaksa bekerja di hotel itu kerna ingin menyara ahli keluarganya dan untuk membayar hutangnya.

Syaikh asy-Sya’rawi kemudian berkata, “Wahai anakku, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا – الطلاق:٢

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah akan menunjukan kepadanya jalan keluar dari kesusahan (Qur’an Surah Ath-Thalaq:2)”. Lalu Syaikh bertanya kepada lelaki itu, “Adakah Allah menyebut taqwa dahulu atau jalan keluar dahulu?”. “Allah menyebut taqwa dahulu,” jawab si lelaki itu.

Syaikh pun berkata, “Jadi kenapa kamu mahu mencari jalan keluar dahulu sebelum taqwa? Kenapa duduk di tempat mungkar ini untuk mencari jalan keluar dahulu, kemudian baru bertaqwa? Kamu semestinya bertaqwa dahulu dan kemudian pasti Allah akan menunjukan kamu jalan keluar”. Setelah mendengarkan nasihat Syaikh asy-Sya’rawi maka lelaki ini pun setuju. Dia meninggalkan pekerjaannya dengan gajinya yang tinggi di hotel tersebut

Tak lama kemudian, ada seseorang datang bertemu dengan lelaki ini dan menawarkannya sebuah pekerjaan sebagai pengurus di hotel yang berada di Madinah Al Munawwarah berdekatan dengan makam Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ. Pekerjaan barunya ini ternyata lebih baik dan hutang-hutangnya pun selesai dilunaskan disebabkan dia mahu mendengarkan nasihat Syaikh asy-Sya’rawi dulu, . “Yang mana lebih dahulu, taqwa atau jalan keluar?”. Utamakan taqwa dahulu dan Allah akan memberi jalan keluar. Apakah kamu hendak mencari jalan keluar sedang kamu dalam keadaan ingkar kepada Allah?

Sabtu, 24 Oktober 2015

Rabu, 07 Oktober 2015

The day of Rasulullah

Tidak ada komentar:



Suatu hari seorang pemuda menemui Rasulullah Saw dgn wajah gelisah dan begitu risau. Pemuda itu bertanya kpd Rasulullah :
'Ya Rasulullah, betulkah segala perbuatan kita yg baik maupun buruk akan dibalas oleh Allah Swt..?'

Rasulullah tersenyum teduh & menjawab :
“Tentu saja, janji Allah itu pasti. Tiada yg lebih pasti daripada janjiNya.”

“Barangsiapa mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan mendapat balasannya & barangsiapa yg mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” [QS. Al Zalzalah:7-8]

Melihat wajah pemuda yang semakin risau itu, Rasul pun bertanya:
“Wahai pemuda, apakah gerangan yang membuatmu begitu risau? Dan mengapa kamu bertanya demikian?”

Pemuda itu pun menjawab dgn suara pelan :
'Wahai Rasulullah, aku merisaukan perbuatan2 dosaku, yg aku pun tak sanggup menghitungnya. Sungguh berbuat dosa itu bisa sangat tak terasa. Aku khawatir akan balasannya di dunia maupun di akhirat kelak'.

Rasulullah kembali menatap pemuda tersebut dgn pandangan yg teduh & senyum yg menentramkan hati, kemudian balik bertanya :
“Wahai pemuda, apakah kamu pernah sakit? Pernah dikhianati? Pernah tak enak hati? Pernah gundah tanpa sebab yg pasti? Pernah mendapat masalah yg besar?”

Mendengar rangkaian pertanyaan itu, pemuda tersebut mengangguk, 'Tentu saja pernah ya Rasulullah..'

Rasulullah semakin melembutkan suaranya :
“Sesungguhnya sakitmu, perasaan tak enak hatimu, kegundahan tanpa sebabmu, juga masalah2 besarmu itu, Allah hadirkan ke dalam kehidupanmu untuk menggugurkan setiap dosa yg kau khawatirkan.”

Mendengar kata2 Rasulullah itu, pemuda tersebut berurai air mata karena sangat bersyukur..

Bersyukur karena baru menyadari bahwa segala hal yg dianggapnya musibah dlm hidup, ternyata adalah karunia yg dihadirkan untuk menggugurkan dosa2nya...

Selasa, 06 Oktober 2015

Kisah Tentang Kemuliaan & Keindahan Akhlak Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz

Tidak ada komentar:



Suatu ketika jama’ah haji Darul Musthofa mengadakan pertemuan khusus bersama Sayyid Salim bin Umar bin Hafidz (putra Guru Mulia Habib Umar), dalam kesempatan tersebut Sayyid Salim bercerita :

“Waktu itu.. ada seseorang yang mengakui tanah milik Sayyidil Walid (Habib Umar bin Hafidz), ia mengatakan tanah itu adalah miliknya, keesokannya, aku datangi orang itu, aku jelaskan kalau tanah ini milik Habib Umar dan surat surat resminya ada ditangan beliau”.

Sayyid Salim memberikan bukti kuat, namun orang tersebut tidak bergeming, dia tetap ngotot tanah tersebut miliknya. Akhirnya dengan terpaksa Sayyid Salim mengadukan hal tersebut kepada Sang ayah Habib Umar bin Hafidz atas permasalahan yang sedang dihadapinya.

”Abah.. si fulan mengakui tanah kita yang berada di daerah sana..”, beliau malah tersenyum lalu berkata :

“Kalau begitu kita ikhlas kan saja tanah itu untuk dia”, Sayyid Salim terheran-heran dan mencoba untuk memastikan

”Tapi bukankah surat-surat resmi tanah itu ada di tangan kita ?”

beliau menjawab :

”Salim.. kita tidak akan berseteru dengan saudara muslim, hanya karena urusan duniawi.  Kita tidak akan pernah memperebutkan dunia dengan siapapun,  seandainya dia juga mengakui rumah kita ini.. Kita akan ikhlaskan rumah ini untuknya, kita masih memiliki mobil, kita bisa tidur disana”

Demikianlah kedudukan dunia dihadapan seorang waliyullah.  Sangat selaras dengan ajaran leluhurnya Al Musthofa SAW

“Seandainya dunia disisi Allah, seekor sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan mengizinkan orang kafir meminum setetes air pun dari dunia ini” (Sayyiduna Rasulullah saw)

Kini kota Jakarta sedang bersiap menyambut kedatangan tamu mulia, pewaris Nabi Muhammad SAW, Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz. Siapkan diri kita semua, ajak sanak saudara dan handai taulan meramaikan perkumpulan mulia tanggal 8-9 November 2015.
 
back to top